Pages

Sabtu, 23 Maret 2013

Penempatan Posisi Strategis dari Teknologi Internet



Agar Teknologi Internet dapat digunakan secara strategis, aplikasinya harus diposisikan dengan tepat. Matriks posisi strategis yang ditunjukkan dapat digunakan untuk membantu suatu perusahaan dalam mengoptimalkan dampak Teknologi Internet secara strategis.

   Matriks tersebut memperlihatkan 2 penggerak utama:
n  Penggerak Internal. Jumlah konektivas, kerja sama atau kolaborasi dan penggunaan Tehnologi Informasi di dalam suatu perusahaan.

n  Penggerak Eksternal. Jumlah konectivas,kerja sama  dan penggunaan Tehnologi Informasi oleh pelanggan, para penyalur, mitra bisnis, dan pesaing.
n  Biaya dan Peningkatan Efisiensi. Bila tingkat konektivas, kerja sama atau kolaborasi dan penggunaan Tehnologi Informasi di dalam perusahaan dan pelanggan serta pesaing adalah rendah, suatu perusahaan perlu memusatkan pada perhatian pada upaya meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya-biaya dengan penggunaan Teknologi Internet untuk meningkatkan komunikasi antar-perusahaan dan dengan para penyalur dan pelanggannya.
n  Peningkatan kinerja didalam Efektivitas Bisnis. Ketika tingkat konektivas internal tinggi, tetapi konektivas eksternal dengan pelanggan dan pesaing masih rendah, suatu perusahaan perlu memusatkan perhatian pada  penggunaan Teknologi Internet seperti intranets dan extranets untuk memperoleh peningkatan efektivitas bisnis.
n  Penembusan Pasar Global. Ketika tingkat konektivas dengan pelanggan dan pesaing tinggi dan konektivas internal rendah, suatu perusahaan perlu memusatkan perhatian pada usaha mengembangkan aplikasi berbasis Internet untuk mengoptimalkan interaksi dengan pelanggan dan membangun atau menciptakan penguasaan pasar.
n  Perubahan bentuk Produk Dan Jasa.Ketika suatu perusa-haan dengan para pelanggannya, para penyalur, dan pesaing membentuk jaringan kerja secara ekstensif , Teknologi Internet harus digunakan untuk mengembangkan dan menyebarkan produk dan jasa sehingga secara strategis memposisikan kembali perusahaannya  dalam pasar tsb.

Bisnis secara elektronis dengan fokus pelanggan

n    Ada strategi penting lain yang mungkin dapat dilakukan dengan penggunaan  IT yang memungkinkan suatu bisnis untuk berhasil dan  mempertahankan kebersihan tersebut. Hal ini dibahas pada tayangan berikut :
n  *  Suatu strategi kunci untuk menjadikan suatu e-business berhasil adalah dengan memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Fokus strategi pada  nilai bagi pelanggan ini menemukan bahwa mutu lebih utama daripada harga, dan merupakan faktor penentu dalam persepsi pelanggan. Suatu e-business yang berpusat pada pelanggan, diantaranya adalah dengan penggunaan teknologi Internet  untuk memelihara pelanggan yang setia dengan mengantisipasi kebutuhan masa depan mereka, merespon keinginannya, dan menyediakan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan.
n  Seperti diperlihatkan dalam tayangan ini, adanya teknologi seperti intranets, Internet, dan extranet  menciptakan saluran komunikasi baru yang interaktip di dalam suatu perusahaan, dengan pelanggan, dengan para pe-nyalur, mitra bisnis, dan pihak lain didalam lingkungan eksternal bisnis . Demikian pula, diberikan dorongan kerja sama/kolaborasi lintas fungsi dengan pelanggan dalam pengembangan produk, pemasaran, penyerahan, layanan dan dukungan teknis.
n  Suatu perusahaan e-business yang berpusat kepada pelanggan mencoba untuk mendapatkan pengalaman bisnis dari pelang-gannya melalui  pendekatan :
n  Pelanggan dapat melakukan order atau pesanan secara langsung, dan dapat juga melalui mitra distribusi.
n  Membangun suatu database pelanggan yang merekam data profitabilitas dan pilihan pelanggan,dan memungkinkan semua karyawan mengakses dan mempunyai pandangan yang lengkap tentang pelanggan.
n  Pelanggan dapat melihat status order atau  pesanan, riwayat dan Status Pengiriman barangnya.
n  Memelihara suatu komunitas pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis secara online.

Rekayasa ulang dan Manajemen Kualitas

     Salah satu strategi persaingan yang penting saat ini adalah Rekayasa ulang Proses Bisnis(BPR) sering disebut rekayasa ulang. Rekayasa ulang lebih dari sekedar mengotomatiskan proses bisnis untuk mendapatkan peningkatan efisiensi kegiatan bisnis. Rekayasa ulang  adalah suatu  ke-giatan memikirkan ulang dan merancang perubahan proses bisnis secara radikal untuk tercapainya peningkatan yang dramatis  dalam hal  biaya, mutu, kecepatan, dan layanan. BPR mengkombinasikan  berbagai strate-gi dengan melakukan inovasi bisnis yang  membuat peningkatan kinerja proses bisnis sedemikian rupa sehingga suatu perusahaan dapat menjadi lebih sukses dan lebih kuat dalam suatu pasar yang banyak pesaingnya.
n  Bagaimanapun, selagi banyak perusahaan  melaporkan keuntungan yang mengesankan, banyak perusahaan lain yang gagal untuk mencapai pe-ningkatan melalui  proyek rekayasa kembali.
n  Peningkatan Kualitas Bisnis adalah suatu pendekatan yang kurang dramatis dalam meningkatkan keberhasilan suatu bisnis. Satu daya do-rong strategis yang penting dalam area ini disebut Manajemen Kualitas secara Total (TQM).

    TQM menekankan pada peningkatan kualitas yang berpusat pada kebu-tuhan dan harapan pelanggan terhadap produk dan jasa. Hal ini  melibat-kan banyak ciri dan tampilan, seperti pencapaian, keandalan, ketahanan, kemampuan bereaksi dan sebagainya.
n  TQM menggunakan berbagai peralatan dan metoda untuk menyajikan :
¨  barang atau jasa  yang lebih Menarik dan sedikit variasi mutu.
¨  Perubahan yang lebih cepat dari tahap disain ke produksi dan distribusi.
¨  Lebih fleksibel dalam menyesuaikan dengan pilihan dan kebiasaan membeli pelanggan.
¨  Menurunkan biaya-biaya dengan mengurangi pekerjaan berulang dan menghapuskan kegiatan yang tidak punya nilai tambah.

Fokus kepada Pelanggan dan Ketatnya Persaingan


         Mempunyai kelebihan dalam kinerja bersaing adalah kemampuan suatu perusahaan untuk berhasil secara cepat melakukan perubahan, secara terus menerus membagi pasar global dalam kualitas tinggi, kinerja tinggi, serta produk dan jasa yang sesuai keinginan pelanggan. Perusahaan yang sudah matang sangat tergantung pada  teknologi informasi untuk mendu-kung dan mengendalikan proses bisnisnya.
Empat strategi pokok dalam persaingan  adalah:
  1. Memperkaya Pelanggan. Perusahaan yang mapan akan memperkaya para pelanggannya dengan memberikan solusi untuk membantu mengatasi permasalahan pelanggannya. Mereka akan berhasil mendapatkan nilai tambah dalam jangka panjang dari Produk dan jasa nya, jika mereka mau membantu memecahkan permasalahan berdasarkan pada kebutuhan pelanggan. Ketika suatu  kondisi berubah, maka pesaing yang tangkas akan menjalankan  hubungan bisnis berdasarkan pada kesediaan dan ke-mampuan  mereka untuk berubah agar dapat mengatasi masalah baru yang dihadapi pelanggan.
  2. Bekerja sama. Perusahaan yang mapan melakukan kerja sama untuk meningkatkan daya saingnya. Hal ini dapat berupa kerjasama secara internal dan, jika dianggap perlu, dilakukan juga kerjasama dengan pesaing dalam rangka mempercepat penyampaian produk dan jasa kepasar .
  3. Mengorganisasikan. Perusahaan yang mapan  mengorganisasikan dengan baik pengelolaan terhadap perubahan dan kesiapan dalam mengha-dapi ketidak-pastian. Ini adalah suatu komponen pokok dari persaingan,  karena harus mengembangkan antisipasi dan tanggapan yang cepat terhadap perubahan kondisi , bukan hanya  perubahan dalam diri sendiri.
  4. Keseimbangan Orang dan Informasi. Perusahaan yang mapan dapat menjaga keseimbangan antara orang dan informasi dengan memelihara suatu jiwa usahawan/wiraswasta dan menyediakan perangsang bagi kar-yawan agar lebih bertanggung jawab, meningkatkan kemampuan bera-daptasi, dan melakukan inovasi.

0 komentar:

Posting Komentar